Jakarta, Diiringi dengan bacaan Talbiyah,  Labbaika allohumma labbaik, labbaika laa syariika laka labbaik. Innal hamda wan ni mata laka wal mulk, laa syariikala, TK Islam Al Azhar se-Jabodetabek  menggelar rangkaian peragaan Manasik Haji Tahun 2019 di halaman Masjid Agung Al Azhar, Jakarta Selatan, Sabtu (31/8/2019).

Dengan berpakaian ihram, total 1419 siswa yang tergabung dalam 59 kloter dari 22 sekolah TK Islam Al Azhar se-Jabodetabek plus hadir dilapangan Masjid Al Azhar Pusat sejak pukul 5.30 pagi dengan terlebih dulu membacakan ikrar, termasuk diantaranya TK Al Azhar 5 Kemandoran.

Simulasi atau latihan peragaan manasik Haji ini dilaksanakan dengan bimbingan para guru-guru berpengalaman yang bertujuan untuk mengenalkan rukun Islam kelima sejak dini, dipimpin oleh Amirul hajj, Effendi.

Peragaan Manasik Haji dilakukan sesuai dengan rangkaian ibadah haji sesungguhnya yang dimulai dari Miqot, menuju ke kota Mekkah, Tawaf, Sa-i, Tahalul, bermalam di Mina, Wukuf di Arafah, setelah dibukit Shofa dan Marwah menghadap kiblat sambil mengangkat tangan dan berdoa, kemudian diakhiri dengan melakukan cukur atau Tahalul.

Dalam sambutannya, Ketua Panitia peragaan Manasik Haji TK Islam Al Azhar Pusat Tahun 2019, Hj. Lilis Fatimah yang juga merupakan selaku Kepala Sekolah TK Islam Al Azhar 9 Kembangan, Jakarta Barat, mengatakan bahwa ini merupakan gelaran tiap tahun yang sudah memasuki tahun ke-37 dengan tujuan mengenalkan rukun Islam kelima sejak dini serta bersilaturahmi antar TK Islam Al Azhar.

“Tujuan peragaan ini adalah untuk mengenalkan rukun Islam kepada anak-anak, yakni rukun Islam ke-lima sejak dini, sekaligus mengenalkan tata cara manasik haji serta ajang silaturahmi antar TK Islam Al Azhar,” ucapnya.

Sementara itu, Ketua Umum Pesantren Islam Al-Azhar, Sobirin HS, yang membuka peragaan manasik Haji TK Al Azhar 2019 yang ke-37 ini pun mengatakan jika peragaan Manasik Haji merupakan salahsatu kurikulum yang ada di TK Al Azhar, bertujuan untuk membekali anak-anak yang Insya Allah kedepannya dalam kurun waktu 30-40 tahun yang akan datang mampu menunaikan rangkaian ibadah Haji di Makkah nanti.

“Melakukan ibadah haji jangan menunggu tua, karena nanti akan terlalu cape, masih muda harus berangkat haji, supaya tenaganya masih kuat,” ucap Sobirin.

Lebih lanjut ia mengatakan jika ibadah Haji merupakan yang terakhir dari rukun Islam, atap dari segala rukun-rukun yang ada.

“Kalau kita ibaratkan bangun rumah, ibadah haji akan membangun atap. Kita membangun atap supaya rumahnya tidak kehujanan dan kepanasan. Oleh karena itu, jika kita melaksanakan ibadah haji, Insha Allah akan melindungi rukun Islam yang empat lainnya, seperti mengucap dua kalimat syahadat, mendirikan sholat, berpuasa pada bulan Ramadhan, serta mengeluarkan zakat. Dengan kita menunaikan ibadah haji, maka rukun Islam lainnya akan terlindungi dari godaan, dari cobaan serta dari ancaman yang ada,” ucapnya.

Dipengujung, teruntuk orang tua murid, Sobirin pun mendoakan semoga Allah mentakdirkan kita memiliki anak-anak yang soleh dan soleha. “Sehingga saat nanti dimintai pertanggungjawaban oleh Allah SWT, kita sudah mendidiknya dengan pendidikan yang benar. Amin ya Rabbal Al-Amin,” pungkasnya.

Pelaksanaan kegiatan manasik yang tertib dan teratur sesuai dengan kondisi sebenarnya diharapkan dapat membuat para murid termotivasi dan semangat untuk melaksanakan ibadah haji sesungguhnya kelak.

#Manasik   #Haji   #AlAzhar   #

Leave a Comment

tk al azhar

Lorem ipsum dolor sit amet, et alienum electram consulatu pri, modo dolore albucius ea cum. Malis vocibus inimicus.

Subscription

 Kampus Al Azhar Kemandoran © Copyright 2018